Pilih Konfigurasi Bacaan
Manasye adalah anak sulung Yusuf, dan keturunannya juga menerima warisan di tanah Kanaan. Ketika tanah dibagi, putri-putri Zelafehad, keturunan Manasye, dengan berani datang ke hadapan Yosua dan Imam Eleazar, menyampaikan permintaan mereka: walaupun ayah mereka tidak meninggalkan anak laki-laki, Allah telah memerintahkan Musa untuk memberi mereka warisan. Yosua, sesuai perintah Allah, memberikan tanah kepada putri-putri pemberani ini. Namun, keturunan Yusuf merasa jumlah mereka banyak dan tanah itu tidak cukup, lalu mereka mengeluh kepada Yosua. Yosua menyemangati mereka: karena kalian banyak dan kuat, pergilah membuka hutan dan memperluas batas wilayah! Jangan takut, Allah menyertai kalian.
Putri-putri Zelafehad bisa saja tidak mendapat warisan karena ayah mereka tidak memiliki anak laki-laki. Namun mereka tidak diam; mereka dengan berani memohon kepada Yosua agar diperlakukan dengan adil, dan Yosua memberikan warisan yang menjadi hak mereka di antara kerabat ayah mereka, tepat seperti yang Allah perintahkan kepada Musa. Kisah ini menguatkan kita untuk berani bersuara saat menghadapi ketidakadilan, dan dalam anugerah Allah kita dapat dengan berani mengejar berkat yang sesuai dengan kebenaran.
Ilustrasi dibantu oleh AI. Makna Kitab Suci dan setiap cerita tetap setia dan tokoh utamanya tetap konsisten; beberapa detail visual mungkin sedikit berbeda. Jika Anda menemukan masalah pada konten, jangan ragu untuk memberikan masukan kepada kami. Kami akan memeriksa dan memperbaikinya segera.