Pilih Konfigurasi Bacaan
Raja Ahasweros memerintah 127 provinsi dari istananya di Susa. Pada tahun ketiga pemerintahannya, ia mengadakan perjamuan besar untuk para pangeran dan pejabatnya yang berlangsung selama 180 hari penuh, dan kemudian ia membuka pesta tujuh hari untuk seluruh rakyat Susa. Pada saat yang sama, Ratu Wasti mengadakan pestanya sendiri di bagian istana wanita. Pada hari ketujuh, ketika hati raja sedang gembira, ia mengutus tujuh orang sida-sida untuk membawa Ratu Wasti ke hadapannya dengan mengenakan mahkota kerajaan, agar seluruh rakyat dan pejabat dapat melihat kecantikannya. Namun Ratu Wasti menolak datang. Raja sangat marah dan memanggil orang bijaknya untuk menanyakan apa yang harus dilakukan. Memucan berdiri dan mengatakan bahwa ketidaktaatan Wasti akan memberikan contoh buruk bagi semua wanita, dan dia menyarankan agar raja mengeluarkan keputusan yang tidak dapat diubah bahwa Wasti tidak boleh lagi menghadap dia, memberikan posisi kerajaannya kepada seseorang yang lebih baik darinya. Raja menerima nasihat ini dan mengirimkan utusan cepat untuk membawa keputusan tersebut ke setiap provinsi. Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap orang yang menduduki jabatan tinggi perlu belajar kerendahan hati dan pengendalian diri, serta menyerahkan setiap keputusannya kepada Tuhan.
Ratu Wasti sangat cantik, namun ia melupakan kerendahan hati dan bersikeras pada jalannya sendiri selama pesta, menolak untuk datang ketika raja memanggil. Raja Ahasuerus, di sisinya, tidak stabil karena berpesta dan membuat keputusan yang tidak dapat diubah dalam kemarahannya. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap orang, baik kalangan atas maupun biasa, perlu belajar kerendahan hati dan pengendalian diri. Kerendahan hati membuat kita menghormati orang-orang di sekitar kita dan mengingat tempat kita. Pengendalian diri membantu kita menjaga hati dan perkataan kita bahkan ketika kita dikelilingi oleh kemuliaan atau ketika kita terprovokasi. Marilah kita mengikuti Tuhan yang benar-benar lemah lembut dan rendah hati, menahan amarah dan keinginan kita, dan menyerahkan setiap keputusan kecil setiap hari kepada Tuhan.
Ilustrasi dibantu oleh AI. Makna Kitab Suci dan setiap cerita tetap setia dan tokoh utamanya tetap konsisten; beberapa detail visual mungkin sedikit berbeda. Jika Anda menemukan masalah pada konten, jangan ragu untuk memberikan masukan kepada kami. Kami akan memeriksa dan memperbaikinya segera.