Yunus akhirnya datang ke Niniwe dan mengumumkan bahwa empat puluh hari lagi kota itu akan digulingkan. Yang mengejutkan semua orang, mulai dari raja hingga rakyat jelata, semua orang mengenakan kain kabung, duduk di abu, berpuasa, berdoa, dan benar-benar kembali kepada Tuhan. Ketika Allah melihat bahwa mereka telah berbalik dari jalan jahat mereka, Dia tidak mendatangkan bencana atas mereka. Tapi Yunus sangat marah; dia pikir Tuhan seharusnya tidak mengampuni musuh-musuhnya. Tuhan menumbuhkan pohon anggur untuk menaungi Yunus, dan kemudian membuat seekor ulat membunuhnya, untuk mengajarinya: Tuhan berbelas kasihan kepada Niniwe, kepada seratus dua puluh ribu anak-anak kecilnya yang tidak dapat membedakan tangan kanan dan kirinya, dan kepada semua hewan di sana — bahwa kasih jauh lebih berharga daripada sebatang tanaman. Tuhan menunjukkan kepada kita betapa luasnya rahmat-Nya: siapa pun yang benar-benar bertobat dapat menerima pengampunan dan belas kasihan-Nya.
Setiap buku Alkitab menyertakan satu cerita gratis — perpustakaan lengkap akan terbuka di Aplikasi FaithSow
Setiap buku Alkitab menyertakan satu cerita gratis — perpustakaan lengkap akan terbuka di Aplikasi FaithSow