Pilih Konfigurasi Bacaan
Setelah waktu yang lama, Yahweh memberi Israel kedamaian dan keamanan, dan Yosua pun menjadi tua. Dia mengumpulkan para tua-tua, pemimpin, hakim, dan pejabat Israel dan berbicara kepada mereka dengan keprihatinan yang mendalam. Yosua mengingat semua perbuatan besar yang telah Allah lakukan bagi Israel—Yahweh sendiri yang berperang demi mereka, mengusir musuh-musuh mereka dari hadapan mereka, dan memberi mereka tanah ini sebagai warisan. Beliau berpesan kepada umat agar kuat dan berani, hati-hati mentaati semua yang tertulis dalam Kitab Hukum Musa, tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. Yosua memperingatkan mereka dengan sungguh-sungguh untuk tidak bergaul dengan orang asing di sekitarnya, apalagi menyebut nama dewa-dewa mereka, untuk tidak sujud atau menyembah dewa-dewa palsu itu, tetapi untuk mengasihi Yahweh, Allah mereka, dengan segenap hati. Yosua memberi tahu bangsa itu bahwa jika mereka kembali bergaul dengan orang-orang asing yang tersisa dan menikah dengan mereka, Yahweh tidak akan lagi mengusir bangsa-bangsa itu dari hadapan mereka; sebaliknya, mereka akan menjadi jerat dan jebakan bagi mereka. Terakhir, Yosua mengingatkan mereka dengan perasaan yang mendalam bahwa semua berkat yang dijanjikan Yahweh memang telah menimpa mereka, dan kutukan yang Dia peringatkan pasti akan digenapi.
Allah menepati janji-Nya, supaya kita dapat menjadi kuat dan setia. Seperti yang Yosua ajarkan kepada Israel, kita hendaknya mengingat apa yang telah Allah lakukan, mengasihi Dia dengan segenap hati, dan memilih jalan-Nya setiap hari.
Ilustrasi dibantu oleh AI. Makna Kitab Suci dan setiap cerita tetap setia dan tokoh utamanya tetap konsisten; beberapa detail visual mungkin sedikit berbeda. Jika Anda menemukan masalah pada konten, jangan ragu untuk memberikan masukan kepada kami. Kami akan memeriksa dan memperbaikinya segera.