Hagar membantu di kemah Abram, membawa air dan melakukan banyak tugas sehari-hari. Belakangan, dia mengetahui bahwa dia akan memiliki bayi, dan hatinya dipenuhi rasa takjub dan harapan. Namun untuk sesaat, Hagar merasa sangat sedih dan kesepian, seolah dia tidak diterima lagi. Dia meninggalkan kamp sendirian dan berjalan ke padang pasir, berhenti di dekat sumber air. Di sana, utusan Tuhan memanggil nama Hagar dan dengan lembut menghiburnya. Dia menyuruhnya kembali ke kamp dan mengatakan dia akan memiliki seorang putra, sebuah hadiah istimewa dari Tuhan. Hagar tahu bahwa Tuhan melihatnya dan mengetahui di mana dia berada. Dia kembali dengan keberanian baru, dan kemudian putranya Ismael lahir. Namanya mengingatkan kita bahwa Tuhan mendengar suara manusia dan peduli terhadap mereka yang kesepian.
Saat kita merasa kesepian, sedih, atau disalahpahami, Tuhan tetap melihat kita dan mengelilingi kita dengan perlindungan dan perhatian-Nya. Pada musim semi di padang pasir, Hagar mendengar utusan Tuhan memanggil namanya, dan dia tahu dia tidak dilupakan. Kisah ini mengingatkan kita agar kita bisa berdoa dengan sabar dalam kesendirian, menceritakan kesedihan yang ada di hati kita kepada Tuhan, dan juga meminta bantuan orang dewasa yang terpercaya. Tuhan menghibur, membimbing, dan memelihara kita dengan cara-Nya.
Cerita gratis tersedia di web; cerita unggulan dan perjalanan dibuka di Aplikasi FaithSow
Cerita gratis tersedia di web; cerita unggulan dan perjalanan dibuka di Aplikasi FaithSow