Tuhan pertama-tama menciptakan dunia yang indah, tetapi kemudian manusia perlahan-lahan lupa untuk mengasihi satu sama lain, dan dunia menjadi dingin dan kelabu. Tuhan melihat bahwa manusia telah lupa bagaimana berbuat baik, dan hati-Nya sangat sedih. Tetapi Nuh mengasihi Allah dengan segenap hatinya dan memperlakukan orang-orang di sekitarnya dengan baik. Tuhan menyuruh Nuh untuk membangun bahtera yang besar dan dengan hati-hati menjelaskan bagaimana cara membangunnya. Nuh mendengarkan Allah dan bekerja selangkah demi selangkah, menggergaji kayu, memalu papan, dan menutupi bahtera dengan tanah. Pasangan-pasangan binatang masuk ke dalam bahtera, dan ketika hujan mulai turun, Allah menutup pintu bahtera agar kehidupan di dalamnya aman.
Ketika orang-orang di sekelilingnya berangsur-angsur melupakan kebaikan, Nuh tetap mengasihi Allah dan melakukan apa yang Allah perintahkan. Tuhan melihat kesetiaan Nuh dan memperhatikan orang-orang dan hewan-hewan yang ada di dalam bahtera ketika hujan turun. Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketaatan yang berani bukan berarti setiap hari akan menjadi mudah; ketaatan yang berani berarti mempercayai firman Tuhan di saat-saat sulit dan memilih untuk melakukan apa yang benar selangkah demi selangkah.
Cerita gratis tersedia di web; cerita unggulan dan perjalanan dibuka di Aplikasi FaithSow
Cerita gratis tersedia di web; cerita unggulan dan perjalanan dibuka di Aplikasi FaithSow