Pada zaman dahulu Allah berbicara kepada nenek moyang berkali-kali dan dengan berbagai cara melalui para nabi, dan pada akhir zaman ini Dia telah berbicara kepada kita melalui Putra-Nya. Anak adalah pancaran kemuliaan Allah dan gambaran yang tepat tentang keberadaan-Nya, yang dengan firman-Nya yang penuh kuasa menopang segala sesuatu. Setelah Dia melakukan penyucian dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Maha Tinggi, mewarisi nama yang lebih mulia dari nama para malaikat, maka Dia jauh di atas mereka.
Ilustrasi dibantu oleh AI. Makna Kitab Suci dan setiap cerita tetap setia dan tokoh utamanya tetap konsisten; beberapa detail visual mungkin sedikit berbeda. Jika Anda menemukan masalah pada konten, jangan ragu untuk memberikan masukan kepada kami. Kami akan memeriksa dan memperbaikinya segera.